Cak nun Terbaru Dimana Tempat Tuhan Ilmu Maiyah Tingkat makrifat

0 Views
Published
Beberapa tahun terakhir ini sebagian, entah besar entah kecil, dari bangsa Indonesia semakin gagah berani melakukan tingkat kejahatan dan kadar kekejaman yang — untuk saya yang sudah tua — sangat mengerikan. Tetapi saya punya reserve berpikir bahwa bagi yang melakukannya, itu bukanlah kejahatan atau kekejaman. Sehingga sebagai orang tua yang berhati lemah, saya selalu menyiapkan kubangan khusus di dalam hati saya untuk menampung ungkapan-ungkapan yang gagah perkasa itu.

Misalnya, seseorang bisa menuduh lainnya anti-Pancasila, sambil menghina orang yang dituduhnya. Dan di dalam penghinaan itu terkandung juga penghinaan-penghinaan lainnya, misalnya kepada Agama tertentu, Nabi, Tuhan, suku, golongan.

Kalau menyelami kebusukan hati manusia sampai seperti itu, tidak kaget ada “klithih” di Yogya, di mana anak-anak muda tiba-tiba membacok leher orang yang lewat pakai motor, tanpa alasan apapun. Tidak heran wakil rakyat dan pejabat melakukan kadar korupsi yang pejabat-pejabat Fir’aun pun tak berani melakukannya. Atau begitu banyaknya wujud kelaliman, kemunafikan dan dusta transparan.

Itu salah satu alasan kenapa saya jadi pengecut dan tak berani masuk Medsos sampai detik ini. Saya tidak terlibat di Facebook, Instagram, Twitter, dll. Kalau harus menjawab kebutuhan sebagian teman tentang sesuatu yang berasal dari saya, sejumlah anak muda menolong saya official lewat caknun.com, yang saya sendiri sangat jarang membukanya
Category
Religion